Kusebut ia bunda, yang menghadirkanku dengan cintanya
Usianya telah beranjak tiga puluh saat ia mulai memimpikanku
dengan sebijih rindu yang terhimpun pada malam-malam sepinya..
Kusebut ia ibu, yang menyimpanku sesaat dalam rahimnya
Kala guling yang tak bernama mencumbui hasrat
Merasuk menyisakan segumpal asa dibibirnya
Kusebut ia mama, yang kerap mengelusku diperutnya
Gelisahnya nan gagu ingin memelukku
Meski ragu ada norma yang bersiap merajam khilafnya
Kusebut ia selalu, YANG MENYAYANGIKU…
meski dengan sebilah sembilu, menguraikanku dalam derai air mata dipangkal pahanya,
Sebab ego tak sanggup menghadapi dunia,
memaksanya memilih kehormatan atau kesilapan!!!
(teruntuk mereka yang tak diinginkan kelahirannnya)
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
.jpg)
0 komentar:
Poskan Komentar